Rakornas APIP

 

Bahan paparan:

 

Kondisi APIP Saat Ini dan Harapan ke Depan

Berdasarkan hasil penilaian tingkat kapabilitas APIP Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah daerah per 31 Desember 2014, 85,23% berada pada Level-1, 14,56% berada pada Level-2, dan 0,21% yang berada pada Level-3. Untuk itu diharapkan seluruh APIP telah berada pada Level-3 pada tahun 2019, sesuai dengan target RPJMN 2015-2019.

Strategi Peningkatan Kapabilitas APIP

  • Penyiapan Grand Design Peningkatan Kapabilitas APIP Berkelas Dunia.

Grand Design diharapkan akan menjadi acuan bersama bagi seluruh APIP kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam peningkatan kapabilitasnya.

  • Peningkatan kesadaran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah untuk memiliki tingkat kapabilitas berkelas dunia.

Untuk meningkatkan kapabilitas APIP diperlukan dukungan dan komitmen dari seluruh pimpinan kementerian, lembaga, pemerintah daerah sebagai shareholders APIP, serta pimpinan APIP sendiri. Mengingat, terdapat tiga variabel utama yang mempengaruhi kapabilitas APIP, yaitu aktivitas audit internal, lingkungan organisasi di mana unit audit internal bernaung, dan lingkungan sektor publik di suatu negara/pemerintahan.

  • Penilaian secara mandiri (self assessment) kapabilitas APIP sesuai kriteria internasional, yaitu dengan menggunakan Internal Audit Capability Model (IACM).

Mengingat IACM pada dasarnya merupakan tools yang digunakan APIP sendiri menuju ke organisasi yang lebih efektif, dalam upaya meningkatkan kapabilitasnya, APIP perlu melakukan penilaian mandiri (self assessment) terhadap area proses kunci (key process areas) yang harus dipenuhi sehingga diketahui kondisi APIP saat ini, serta diketahui area yang memerlukan perbaikan (areas of improvement) untuk menuju ke level kapabilitas yang lebih tinggi. Dalam melakukan self assessment ini, BPKP menyediakan pedoman teknis self assessment yang akan didukung dengan aplikasi serta bantuan quality assurance oleh BPKP.

  • Proses penjaminan kualitas (quality assurance) oleh BPKP terhadap proses pengembangan kapabilitas APIP.

Bantuan BPKP dalam proses peningkatan kapabilitas APIP, khususnya dalam melakukan self assessment, akan diberikan dalam bentuk quality assurance terhadap proses tersebut.

  • Pengembangan secara mandiri (self improvement) kapabilitas APIP berdasarkan hasil self assessment.

Berdasarkan hasil self assessment, APIP akan mengetahui area yang memerlukan perbaikan (areas of improvement-AoI) untuk menuju pada level kapabilitas yang lebih tinggi. AoI tersebut digunakan oleh APIP sebagai dasar untuk menyusun actions plan dan selanjutnya APIP melaksanakan action plan tersebut (dengan menyusun/memperbaiki infrastruktur, melaksanakannya secara berkesinambungan hingga menghasilkan outcome dari suatu area proses kunci tersebut).
Selama proses self improvement berlangsung APIP yang bersangkutan akan melakukan monitoring perkembangan pelaksanaan actions plan yang telah disusun sebelumnya. Selanjutnya BPKP melakukan monitoring terhadap perkembangan kapabilitas secara regional dan nasional.

  • Peningkatan kompetensi APIP melalui e-Learning.

Sebagai upaya meningkatkan kompetensi SDM agar mampu melaksanakan pengembangan kapabilitas APIP (ability to perform), BPKP menyediakan diklat-diklat JFA dan diklat teknis substansi yang didukung dengan modul diklat e-learning bagaimana melakukan: compliance auditing; performance audit/value for money audit, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja (ekonomis, efisien, dan efektif); serta pemberian layanan practice advisory untuk perbaikan governance process, risk, kontrol organisasi. Termasuk pola penyediaan diklat teknis peningkatan kapabilitas bagi seluruh APIP.